Nilai-nilai luhur tersebut dinilai sejalan dengan jati diri prajurit TNI dan memiliki peran strategis dalam membentuk prajurit yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, serta berkarakter ksatria melalui pembinaan yang terarah, terukur dan berjenjang.
Melalui Pencak Silat Militer, diharapkan kemampuan bela diri prajurit dapat terus ditingkatkan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan pencak silat dalam wadah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sebagai perekat persatuan bangsa. Para pengurus dan pelatih pun didorong untuk melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan guna melahirkan atlet-atlet PSM Kodam IV/Diponegoro yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Kegiatan pengukuhan turut dihadiri Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO, jajaran pengurus IPSI Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, serta ketua dan pengurus berbagai perguruan pencak silat se-Jawa Tengah, di antaranya Merpati Putih, PSHT, Tapak Suci, Kera Sakti, Perisai Diri dan Persinas ASAD. (Red/Pendam IV/Dip).












