“Perbaikan gizi adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas,” tutur Felly Estelita Runtuwene.
Felly juga menyampaikan bahwa Komisi IX DPR RI berkomitmen mengawal implementasi program melalui regulasi dan pengawasan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat. Ia mengajak seluruh warga Minahasa Selatan untuk ikut memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Sementara itu, Tenaga Ahli dari Badan Gizi Nasional, Abdullah Kamil, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi bagian dari upaya besar membangun ekosistem gizi berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pelibatan UMKM, petani, dan produsen lokal merupakan langkah strategis untuk memastikan kemandirian pangan.











