• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Pengembangan Panas Bumi Terhambat Banyak Kendala

Pengembangan Panas Bumi Terhambat Banyak Kendala

Asep Budi by Asep Budi
1 Juni 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Permasalahan utama dalam pengembangan panas bumi ini membutuhkan waktu yang lama  7 tahun untuk dapat revenue, setelah 7 tahun baru perusahaan dapat revenue, selama itu perusahaan spend, investasi, ini biasanya menjadi permasalahan yang luar biasa beratnya  bagi para pengusaha, pada saat investasi itu belum ada pendapatan yang bisa di share.

Selain itu pengembangan Geothermal ini cukup besar dananya untuk 1 Mwe tidak kurang dari US$ 3.5 Juta atau sekitar Rp. 3.5 milyar. “Jadi bila kita membangun 100 Mwe, maka kita butuh US$ 350 Jt. Belum lagi hal-hal lain diluar kendali kita,” demikian diungkapkan Ketua Umum API (asosiasi Panas Bumi Indonesia), Abadi Purnomo saat menjadi narasumber Media Gathering on Geothermal “Dialog Series Panas Bumi 2013” di Bandung, (29-30/5).

Selain itu, Pengembangan energy panas bumi di Indonesia saat terkendala kebijakan belum berpihak sepenuhnya kepada pemanfaatan geothermal ini, hal ini dibuktikan dengan adanya aturan yang bertolak belang yaitu UU 27 Th 86 tentang perluasan pertambangan dengan UU 41 tahun 65 tidak boleh adanya pertambangan di lahan konservasi yang bertolak belakang sehingga membuat pengembangan pemamfaatan sumber panasbumi atau geothermal di Indonesia lambat berkembang.

Sementara kawasan panas bumi pada umumnya berada di hutan konservasi/ taman nasional yang tidak membolehkan untuk di eksplorasi serta kewajiban untuk membangun Infrastruktur jalan lebih kurang 46 km.

Biaya produksi energy panas bumi yang lebih mahal juga, butuh disubsidi sehingga ini harus diregulasi dengan baik oleh pemerintah. “Yang jadi masalah saat ini subsidi sudah terlalu berat untuk BBM dengan Rp. 300 T untuk subsidi BBM, sehingga geothermal tidak dapat jatah untuk itu, inilah yang menjadi kendala kita.” Ungkap  Presiden Direktur PT. Pertamina geothermal energy ini. (hermanto)

BeritaTerkait

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
Previous Post

Energi Panas Bumi Belum Termanfaatkan Optimal

Next Post

Pengumuman UN Molor, Ratusan Ortu Siswa 47 Bandung Kecewa

Related Posts

TNI-POLRI

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
Next Post

Pengumuman UN Molor, Ratusan Ortu Siswa 47 Bandung Kecewa

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021