Tantangan semakin terasa dari Pos 3 menuju puncak. Jalur dipenuhi bebatuan terjal dan pasir vulkanik. Dalam perjalanan, para peserta juga beberapa kali mencium aroma menyengat dari asap kawah yang berbau belerang.
Setelah beristirahat dan mempersiapkan diri, rombongan melanjutkan start summit pada Senin (17/8/2026) pukul 03.00 WIB. Pendakian dini hari menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus mental. Para santri harus menjaga stamina, konsentrasi dan kekompakan agar seluruh anggota rombongan dapat mencapai tujuan dengan selamat.
Namun, di balik medan berat tersebut terdapat pendidikan karakter yang menjadi bagian penting dari kegiatan SAPALA. Tanjakan mengajarkan ketekunan, medan terjal melatih keberanian, sementara perjalanan bersama menumbuhkan kepedulian dan semangat saling membantu.













