Tidak sedikit pemuda yang terjerumus pada narkoba, pergaulan bebas, hingga melakukan tindak kejahatan. Hal ini disinyalir karena kurangnya pemahaman mereka terhadap agama, khususnya Islam. Terlebih ajaran Islam yang menyeluruh telah dipisahkan dari dunia pendidikan.
Disisi lain, ironisnya berulang negara justru mencurigai remaja dan pelajar yang mendalami Islam dengan tudingan terpapar paham radikalisme. Bahkan sempat muncul tudingan bahwa rohis sekolah menjadi bibit-bibit kemunculan terorisme. Sekolah dan kampus lalu dijadikan sasaran program deradikalisasi ajaran Islam. Akhirnya, Islam makin dijauhkan dari dunia pendidikan.
Pemuda yang tangguh memang hanya dapat lahir di sistem yang benar, dalam hati ini tentu benar berdasarkan Syariah. Bukan benar menurut pandangan manusia yang terbatas. Selain itu, faktanya saat ini penerapan sistem sekulerisme belum mampu melahirkan pemuda yang potensial untuk membangun negeri menuju peradaban gemilang.













