Dalam upaya pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat harus turut terlibat. Aktualisasi nilai-nilai dalam sadar wisata menjadi pendukung tumbuhnya iklim kepariwisataan dan menjiwai nilai-nilai kearifan budaya lokal.
“Masyarakat sebagai tuan rumah berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Kota Cimahi, juga sekaligus juga sebagai wisatawan dalam mengenali potensi kepariwisataan jawa barat sekaligus menggerakan mata rantai kepariwisataan di Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.
Dengan menggali potensi yang ada, Ngatiyana yakin dapat mendongkrak pariwisata di Kota Cimahi. Ia pun menyebutkan ke depannya akan dirancang wisata dengan mengedepankan experience atau pengalaman dalam berwisata, “Nanti wisatawan bisa berinteraksi langsung di kawasan militer melalui beberapa kegiatan seperti bermalam di barak-barak militer, melakukan kegiatan rutin ala militer, baris berbaris, menembak, berkeliling mengggunakan kendaraan tempur bahkan mungkin wisata misteri di gedung-gedung tua milik TNI tentunya hal ini harus dikemas secara apik dan professional,” pungkasnya.













