“Di sana juga ada visual petani, pejuang, dan sawah yang menceritakan pertempuran di Pangaritan. Masih ada juga tugunya di sana (Pangaritan).”
“Karena di sana gudangnya beras untuk para Pejuang. Disebutkan juga dalam sejarah, ada Leuit atau lumbung Padi dihancurkan oleh Belanda,” lanjutnya.
Sedangkan di Gedebage, Sandi mengatakan ada pertempuran Tentara Pelajar yang dikomandoi Mayor Tobing. Pasukan ini sangat disegani oleh Belanda.
“Jadi di Bandung Timur ini, Belanda tidak bisa masuk atau tembus. Mereka ingin masuk ke arah Cirebon untuk ke Sumedang. Nah pasukan yang ada di sini dari Laskar-laskar yang banyak, oleh Jendral AH Nasution diperintahkan untuk mempertahankan Bandung Timur jangan sampai tembus. Jadi korbannya banyak di sini,” ucapnya.
“Peristiwa di sini rentetan sejarah sampai Bandung Lautan Api. Beberapa kejadian pertempuran di Kota, atau di Utara, bahkan sampai Jakarta itu merujuknya di Bandung Timur. Hal itu juga sudah dibikin buku judulnya Tiada Berita dari Bandung Timur 1945-1947 oleh Abah Rusady,” imbuhnya. (Putri)












