Menurutnya, Pemkot Bandung bersama Forkopimda, Kementerian Agama, serta berbagai lembaga terkait terus memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani konflik keagamaan.
Menurutnya, kemampuan mengelola perbedaan merupakan indikator kedewasaan sebuah kota.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti kedekatan momentum Hari Raya Nyepi dengan Idulfitri dan Paskah tahun ini.
Ia menilai, ketiga perayaan tersebut memiliki kesamaan nilai spiritual, yakni pengendalian diri, introspeksi, dan kembali pada fitrah sebagai manusia.
“Nyepi dan Ramadan mengajarkan hal yang sama, yaitu menahan diri dan melakukan refleksi. Ini menunjukkan bahwa di balik perbedaan, ada nilai universal yang menyatukan kita,” katanya.
Lebih lanjut, Farhan menyebut semangat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagai landasan penting dalam kehidupan berbangsa, yakni mencari kebenaran bersama, bukan saling menyalahkan.











