BANDUNG, BEDAnews
Komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam membantu warganya yang termasuk Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), layak diacungi jempol. Hal ini terbukti dengan di gratiskannya jatah beras bagi mereka. Untuk menggratiskan program raskin tersebut,
Pemerintah Kota Bandung telah mengalokasikan dana sekitar Rp. 28 M untuk 62.255 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), jumlah RTSPM tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 74.435 RTSPM.
Dengan digratiskannya program raskin tersebut, diharapkan tidak akan lagi muncul keluhan mengenai program ini, demikian diungkapkan Walikota Bandung, Dada Rosada seusai Sidang Tahunan Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung 2013 dan launching program raskin serta bawaku pangan 2013, yang digelar di Pasir Madur, Selasa (5/3).
Launching Program Raskin dan Bawaku pangan tersebut, ditandai dengan secara simbolis Walikota Bandung menimbang beras raskin dan melihat Kualitas beras tersebut, kemudian Walikota juga menyerahkannya kepada penerima raskin.
Meskipun nantinya gratis, namun Dada mengingatkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti mutu beras, timbangan dan kecepatan dalam pendistribusiannya. “Dengan digratiskan, tentu saja perlu adanya pengawasan dan laporan langsung dari warga mengenai hal ini,” jelas Dada.
Dijelaskan Dada, untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Bandung, Pemkot telah memiliki sekitar 30 Ha sawah abadi, dari target yang dicanangkan sekitar 100 Ha. “Kita upayakan sisanya masih di Kota Bandung, tetapi kalau tidak memungkinkan bisa di luar Kota Bandung juga,” ujarnya.
Untuk tahun 2013 Pemerintah Kota Bandung, telah menganggarkan untuk pembebasan RTH sebesar 40 Ha, dan diantaranya akan difungsikan sebagai sawah abadi, tambah Dada.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan hadiah bagi kelurahan pengelola raskin terbaik tahun 2012, yaitu sebagai juara pertama kelurahan Warung Muncang, juara Kedua Keluarahan Sukaluyu dan Juara Ke tiga Kelurahan Cibaduyut Kidul. (Bd)











