Garut, BEDAnews-
Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Garut, Ir H. Eddy Muharam, M.Si mengatakan, kerusakan lingkungan pada kawasan Puncak Darajat di wilayah Kecamatan Pasirwangi, pada tahap awal penanggulangannya, minimal dilakukan “moratorium”, atau pembatasan, bahkan tak terdapat penambahan pembangunan sarana wisata baru, lantaran kini menelaah kembali perijinan yang pernah dikeluarkan Pemkab setempat “Paling lambat, hasil kajian serta pelaksanaan moratorium itu, direalisasikan awal 2014 mendatang, “ katanya, hari ini.
Dikemukakan, upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat, dan swasta.Seluruh elemen terkait, dinilai penting bekerjasama dengan pemerintah, menjaga kelestarian lingkungan.Karena itu, diserukan agar semua kalangan masyarakat senantiasa melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup, serta menanam, dan memelihara pohon. Para pengusaha, dan organisasi politik, serta masyarakat selama ini masih memanfaatkan pohon sebagai media promosi atawa kampanye.
Diharapkan, agar segera membersihkannya kembali demi kelestarian pohon, sangat kita butuhkan keberadaanya. Jika masih dilakukan, selain mengganggu keindahan kota, produksi oksigen pun berkurang, sehingga merugikan kehidupan masyarakat seluruhnya.
Terkait upaya pembersihan paku, dan berbagai atribut pada pohon, digagas “Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan” (DLHKP) kabupaten setempat, serta LSM lingkungan, disampaikan penghargaan dan apresiasinya, semoga menjadi momentum bagi semua mencintai lingkungan, ungkap Eddy Muharam
Kepala DLHKP, Mlenik Maumeriadi mengungkapkan kerusakan lingkungan, disinyalir menjadi penyebab utama pelbagai bencana alam.Upaya-upaya pelestarian lingkungan, tentunya menjadi keharusan. Di Kabupaten ini, 81,39 persen kawasan lindung, sebagaimana di proyeksikan Pemprov Jabar, terus melakukan upaya pemeliharaannya, namun dibutuhkan peran serta, dan terobosan semua pihak.
Pada bagian lain Eddy Muharam, juga menyikapi lomba roket di Pameungpeuk, dinilai sebagai peluang pengembangan Iptek, dan industri pariwisata. Sehingga, harus terbuka kesempatan seluas-luasnya agar keberadaan Lapan di Pameungpeuk benar-benar dipahami, serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(sighar)











