KAB. BANDUNG || bedanews.com — Pemerintah Kabupaten Bandung harus segera mencairkan dana kebencanaan untuk membantu langsung masyarakat terdampak bencana banjir bandang Ciwidey beberapa waktu lalu.
Selain itu, dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, ia bersama yang lainnya akan mendorong Pemkab Bandung agar secepatnya melakukan pemetaan soal tata guna lahan supaya tidak terjadi lagi alih fungsi lahan.
“Selanjutnya melaksanakan reklamasi lahan dengan mendorong masyarakat untuk melakukan reboisasi,” katanya melalui telepon, Minggu 12 Juni 2022.
Legislator yang juga pemuka agama Islam itu mengingatkan, Pemkab juga harus memperhatikan perekonomian masyarakat saat kegiatan itu dilaksanakan. Termasuk memberikan edukasi dengan memberikan penjelasan secara signifikan agar tidak timbul permasalahan.
Karena alih fungsi tanaman dari Holtikultura kepada tanaman perkebunan, lanjutnya, seperti kopi dan coklat itu membutuhkan waktu cukup lama untuk panen walau pun hasilnya begitu menjanjikan. Ditunjang dengan keberadaan pabrik pengolahan biji kedua tanaman itu ada di Kabupaten Bandung.
Ia tidak memungkiri kalau masyarakat membutuhkan biaya penyambung kehidupannya. Sehingga banyak menanam sayuran dibebukitan. Panennya pun cepat, tapi dampak dari perbuatannya itu bisa menyebabkan daya serap air berkurang dan berorientasi pada timbulnya bencana.
“Untuk itu saya menyarankan kepada pemerintah, sebagai alternatif laju perekonomian masyarakat, diarahkan kepada peternakan, syaratnya, masyarakat harus baik dan jujur. Agar bisa memotivasi masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Sementara kebijakan-kebijakan yang sifatnya jangka pendek, dikemukakannya, untuk masyarakat terdapat bencana bisa secepatnya direalisasikan. Karena ini menyangkut kehidupan dan hak masyarakat yang harus dilaksanakan.***













