Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Rahmad Wahyudi, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG didasarkan pada empat prinsip utama: kecukupan kalori, gizi seimbang, higienitas, dan keamanan pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga pendorong ekonomi daerah. Ketika bahan pangan disuplai oleh masyarakat setempat, maka kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM turut meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan generasi sehat, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.













