Bandung, BEDANews.com
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 pemerintah menaikan anggaran sebesar 20 % dari total anggaran sebelumnya. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Karyono, pada saat rapat evaluasi pelaksanaan UN di Aula kantor Disdik Jabar, Jalan DR. Rajiman No 6 Bandung. Selasa (8/12).
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri pejabat dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan pejabat Kemenag serta para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se -Jabar, Karyono, yang mewakili Kadsidik Jabar Dr. H. Asep Hilman, menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan pelaksanaan UN 2014-2015. Serta persiapan pelaksanaan UN 2015 – 2016
Menurut dia, hasil evaluasi dan monitoring, Allhamdulilah, pelaksanaan UN di Jabar tidak ditemukan kendala yang berarti. “ Meskipun dilapangan secara teknis masih terdapat kendala. Seperti, pendistribusian, pemindaian, pensecoran. Namun itu bukanlah permasalahan yang berarti”, ujarnya.
Adapun, dikatakan Karyono, berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh BSNP pelaksanaan UN dilaksanakan setiap tahun sebagai bahan pemetaan dan evaluasi kualitas mutu pendidikan. Berdasarkan rancangan kebutuhan terkait peng-anggaran untuk pelaksaanaan UN tahun 2016 ini, pemerintah telah mempersiapkan adanya kenaikan sebesar 20% dari anggaraan tahun sebelumnya.
Dari penambahan anggaran tersebut nanti dievaluasi apa saja yang bisa di akomodir. Terutama di kabupaten/Kota di Jabar. “Muda- mudahan apa yang menjadi masalah dan permasalahan anggaran di kabupaten/kota, dan kegiatan belum terakomodir, pemerintah Jawa Barat bisa mengalokasikan pagu anggaran untuk kebutuhan kebutuhan dalam pelaksanaan UN di Jabar, “ungkap Karyono
Sementara pesan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tanggung jawab kita sebagai pelaksana UN, bukan sekedar tanggungjawab konstitusional tetapi juga tanggungjawab moral. Tanggung jawab moral ini justru lebih berat daripada tanggungjawab konstitusional.
Oleh karena itu pelaksanaan UN harus memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter dan moral bagi bangsa Indonesia. Jika UN tidak memberikan konstribusi dalam pembentukan moral, maka apa yang kita laksanakan akan sia-sia, sementara sudah banyak pikiran, tenaga, dan biaya yang kita keluarkan.
Demikian pesan Anies Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2015/2016, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Acara yang dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). menghadirkan para pejabat eselon satu dan dua di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, anggota BSNP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Bendahara UN di tingkat provinsi.(Amc)













