• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Pemerintah Kurang Peka Terhadap Rakyat Terkait Harga BBM

Pemerintah Kurang Peka Terhadap Rakyat Terkait Harga BBM

Asep Budi by Asep Budi
4 Oktober 2015
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, BEDAnews.com

Menteri ESDM Sudirman Said, Rabu 30 September 2015 dalam mengumumkan bahwa harga BBM periode Oktober-Desember 2015 tetap sama seperti sebelumnya, tidak ada penurunan. Bahkan juga menetapkan periodisasi evaluasi harga BBM dilakukan tiap tiga bulan sekali. Namun esoknya, tepatnya Kamis 1 Oktober 2015, Presiden Jokowi meminta kepada Menteri ESDM dan Pertamina untuk mengkaji kemungkinan adanya penurunan harga BBM. Presiden Jokowi berencana memasukkan penurunan BBM sebagai salah satu paket ekonomi Jilid III.

Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Syaroni, melalui siaran persnya kepada wartawan, Sabtu (3/10/2015) mengatakan bahwa, permasalahannya adalah melihat begitu dekatnya kedua momentum di atas, menimbulkan pertanyaan apakah sebelumnya Menteri ESDM tidak melapor ke Presiden dulu? Atau Presiden Jokowi sengaja ingin memanfaatkan momentum untuk meraih simpati rakyat?

Menurut Syaroni, kontradiksi kedua peristiwa di atas bisa menimbulkan kebingungan di masyarakat. Seakan tidak ada koordinasi antara presiden dengan menterinya. Kuat sekali kesan bahwa Menteri ESDM tidak melapor kepada Presiden. Dan Presiden seolah-olah baru tahu setelah adanya pengumuman sehari sebelumnya. Bila yang terjadi demikian, maka tidak berlebihan bila dikatakan manajemen pengelolaan BBM sangat amburadul.

Sikap presiden juga patut dipertanyakan. Selama berbulan-bulan presiden telah membiarkan para menterinya mengumumkan harga BBM. Publik menduga pengumuman menteri sudah sepengatahuan presiden. Dan selama ini juga presiden diam saja, meskipun harga minyak dunia terus menurun. Presiden tak bergeming meskipun keberatan rakyat terus meluas.

Untuk itu, hendaknya pengelolaan BBM dikembalikan kepada konstitusi yaitu dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk menguntungkan korporasi atau untuk pencitraan. Dan presiden dan para menterinya diharapkan memperkuat koordinasi agar tidak menimbulkan kegaduhan. (MR)

BeritaTerkait

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
Previous Post

Aparat TNI Bantu Aparat Kepolisian Tangkap Jaringan Narkoba

Next Post

PLTU Sumuradem Terbakar dan Terjadi Ledakan

Related Posts

TNI-POLRI

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
TNI-POLRI

Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Bagikan 22.000 Porsi Makanan Gratis Untuk Masyarakat pada TNI Fair 2026 Di Monas

20 September 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia

20 September 2026
Next Post

PLTU Sumuradem Terbakar dan Terjadi Ledakan

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021