Bandung BEDAnews.com
Pembangunan ekonomi Jawa Barat tahun 2016 belum menunjukkan kinerja yang maksimal, konklusi ini merupakan penilaian DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur Jawa Barat tahun 2016 yang disampaikan Gubernur jabar Ahmad Heryawan di depan sidang Paripurna DPRD yang berlangsung beberapa waktu berselang.
Penilaian yang dilakukan oleh Panitya Khusus DPRD Jawa Barat ini merupakan hasil pembahasan Pansus dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) SekretARIAT Derah Jawa Barat dan disampaikan dalam rapat paripurna.
Dalam laporan yang ditandatangani Ketua Pansus LKPJ DPRD Jabar sadar Muslihat, Pansus LKPJ Gubernur Jabar tahun 2016 menyampaikan beberapa target indikator makro ekonomi Jabar belum mencapai target.
Penilaian Pansus tersebut meliputi.
Realisasi program percetakan 100.000 wirausaha baru secara kualitas belum dilakukan evaluasi menyeluruh, serta sinergitas program antar OPD dalam pelaksanaan programpercetakan 100.000 wirausaha baru masih lemah sehingga belum bias mengurangi angka pengangguran secara signifikan.
Sektor pariwisata Jabar yang belum digarap secara optinall karena belum adanya destinasi wisaa yang dapat menarik bagi wisatawan mancanagara serta grand desain pengembangan pariwisata belum ada.
Kurang akuratnya kualitas data dan informasi di bidang perekonomian yang digunakan sebagai acuan dan penyusunan dokumen perencanaan.












