“Pelajar tidak cukup hanya bisa menggunakan AI. Mereka juga harus memahami etika, mampu berpikir kritis dan dapat membedakan informasi yang benar dengan informasi yang belum terverifikasi,” kata Mardiati.
Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan materi Introduction to AI yang membahas pengenalan dan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan Ethical Use of AI, yang memberikan pemahaman mengenai etika serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi AI.
Para siswa juga mendapatkan materi Fighting Hoax with AI. Melalui materi tersebut, mereka diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membantu mengenali informasi yang berpotensi hoaks sekaligus pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.













