*Analisis Situasi di DKI Jakarta*
Mengapa pasangan yang didukung koalisi besar seperti KIM Plus tidak unggul signifikan di DKI Jakarta?
Setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, mesin partai KIM Plus kurang efektif di Jakarta. Banyak pemilih PKS, Golkar, PKB, Demokrat, PPP, dan Nasdem cenderung memilih pasangan Pramono Anung-Rano Karno daripada pasangan yang diusung partai mereka sendiri.
Sebaliknya, PDIP lebih solid karena mayoritas anggotanya mendukung pasangan ini.
Ini menjadi pekerjaan besar bagi Ridwan Kamil – Suswono. Mengapa pemilih dari partai pengusungnya sendiri, Golkar (Ridwan Kamil) dan PKS (Suswono), lebih banyak memilih Pramono dan Rano Karno. Ada jarak yang lebar antara keputusan elit partai dan massa partai.
Kedua, pasangan Ridwan Kamil-Suswono kurang diterima oleh komunitas Betawi. Rano Karno dengan kisah โSi Doelโ lebih menempel di memori pemilih Betawi.













