“Hal ini sebagai bentuk nyata keikhlasan berkurban dari para kader PDI Perjuangan di Jawa Barat. Setelah dikemas daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, panti, PAC-PAC, ranting, dan anak ranting,” bebernya.
Secara spiritual, diutarakan Ono, Idul Adha menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dirinya pun mencontohkan keteladanan ketika Nabi Ibrahim dengan penuh keikhlasan mengorbankan anaknya, Nabi Ismail, yang kemudian diganti oleh Allah SWT dengan seekor hewan, yang merupakan awal mula pelaksanaan ibadah kurban yang diperingati dalam Islam.
Secara sosial, Idul Adha penuh dengan pelajaran untuk membentuk pribadi yang mau berkorban demi orang lain.
“Dari Idul Adha, kita belajar welas asih, sikap ikhlas berkorban untuk sesama. Dan sikap welas asih tersebut merupakan landasan dari gerakan turun ke akar rumput untuk selalu ikhlas membantu warga dalam segala situasi, dalam suka dan duka,” tuturnya.












