“Orientasinya jelas, calon pelatih nantinya punya konsep secara visioner untuk meningkatkan kinerja kepelatihan dalam upaya mencetak atlet potensial. Bagi atlet muda, pola kepelatihan ini nantinya akan memudahkan dan meningkatkan kinerja mereka sebagai atlet untuk menemukan formula yang lebih efektif untuk mendorong percepatan kualitas fisik, skill dan mentalitas serta attitude mereka,” terang Akademisi dan pakar Bidang Fisiolahraga UNJ ini kepada redaksi, Senin (12/6).
Berbagai materi secara detail dan lengkap diberikan dalam program Training Camp ini. Antara lain terkait dengan penerapan kinanthropometry, biomekanika dan fisiologi olahraga.
Materi-materi tersebut diberikan agar para calon pelatih dan para atlet mengaplikasikan gerakan untuk mengetaui sejauhmana proporsi tubuh, komposisi, tipe tubuh (somatotipe), pematangan, kemampuan motorik, kapasitas kardiorespirasi dan kinerja fisik baik terkait dengan kecepatan, keseimbangan dan ketahanan.













