KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menanggapi pernyataan Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, Senin 12 Juni 2023, di Desa Rancatungku, yang menyampaikan ada terjadi kejenuhan terhadap anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang bermuara dari kualitas Sumber Daya Manusianya atau guru pengajarnya.
Hal itu tidak dipungkiri oleh salah seorang Ketua PKK Desa Sukasari, Hani W., yang mengakui dalam pelaksanaan pembelajaran anak-anak PAUD seolah dipaksakan karena terjadi fungsi ganda, yaitu sebagai ibu PKK atau Pos Yandu juga merangkap Guru PAUD.
Hani menambahkan, saat kualitas guru paud mang kualifikasinya masih tidak memenuhi syarat sebagai pengajar, karena dari aspek latar belakangnya bukan merupakan dari orang pendidikan atau S1, “Sehingga kualitas pendidikan yang diterima anak-anak sangat minim sekali,” katanya di Desa Rancatungku.
Untuk mengatasi hal tersebut, Hani mengharapkan dari Pemerintah Kabupaten Bandung terus melakukan sosialisasi kepada semua kader dengan mempersiapkan program yang bisa memotivasi para pengajar agar anak-anak paud bisa berkembang sesuai dengan harapan.
Ia meyakini dengan adanya pembenahan pelayanan pendidikan bisa menjadikan dalam setiap pembelajaran yang dilakukan akan sangat berkualitas. Tentunya hal tersebut harus ditunjang dengan kualifikasi pengajarnya juga pengalamannya dalam memberikan pelajaran.
“Dengan adanya kualifikasi bagi semua Pengajar PAUD, Insya Alloh kami memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak PAUD,” ujarnya.***













