Garut, BEDAnews
Prioritas pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Garut, bukan hanya terfokus pada infrastruktur fisik semata, namun juga pada pembangunan di sektor pendidikan, khususnya non formal. Karenanya Pemerintah Kabupaten, Propinsi, maupun Pusat memberikan dukungan terhadap pendidikan luar sekolah khususnya terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Demikian diungkapkan kabid. Pendidikan Non Formal (PMF) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H. Yana Kuswndi, M.Si., kepada Bedanews.com, Rabu (1/5/2013).
Menurutnya, Infrastruktur apapun yang dibangun tidak akan berarti tanpa didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk itu, pembangunan SDM menjadi urutan pertama dalam skala prioritas pembangunan dimana sangat penting dilakukan upaya-upaya untuk menyiapkan generasi berkualitas sejak dini, hal ini salah satunya melalui PAUD.
Dari PAUD ini, lanjut Yana, disiapkan anak-anak untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Sekarang ini dengan adanya wajib belajar 9 tahun, PAUD merupakan jenjang kependidikan formal yang paling awal untuk anak yang telah memberikan dampak bagus untuk peningkatan SDM.
Program PAUD ini memberikan peningkatan yang signifikan terhadap keberhasilan Wajar Dikdas 9 Tahun. Oleh karena itu sarana pendidikan yang masih banyak kekurangan harus segera dilengkapi demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan,” ungkapnya.
Diungkapkan pula oleh Yana, dari jumlah 2.100 PAUD di kabupaten Garut baru 30 persen yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah itupun bentuk bantuannya secara bergiliran. Dan yang 70% belum mendapatkan bantuan, mungkin menyangkut persyaratan yang belum memadai, tuturnya.
Adapun soal pelatihan dan pembinaan dilembaga PAUD ada dananya yang dialokasikan dari APBD dan ada dana dari swadaya lembaga PAUD itu sendiri. Namun untuk menciptakan SDM dilingkungan PAUD, kita akan berusaha, katanya. (Sighar)











