Banyumas, BEDAnews.com
Proses pembangunan pasar manis tahap I yang dikerjakan oleh PT. Krakatau Indah Purwokerto di lokasi ext gedung kesenian Sutedjo, sebelah timur pasar manis, Purwokerto seluas 3000 m2 lebih dengan waktu pelaksanaan 150 hari mulai 15 Juli 2015 hingga 11 Desember 2015.
“Meski ada informasi yang merasa pesimis pembangunan pasar manis tahap I tidak akan selesai sesuai jadwal kontrak,” ujar Kabid Pasar Dinperindagkop kabupaten Banyumas, Toni Simamura, SH saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu.
Menurutnya, waktu 150 hari sudah sesuai dengan RKS, RAB dan Bestek. “Memang kita sudah menambah personel maupun peralatan, sehingga waktu 150 hari itu diharapkan proyek senilai 9,4 milyar ini bisa selesai sesuai kontrak,” katanya.
Diperoleh keterangan, setelah pembangunan pasar manis tahap I itu selesai, semua pedagang yang berjualan di pasar manis yang lama itu segera dipindahkan ke dalam pasar manis yang baru, selanjutnya pembangunan pasar manis tahap II di pasar lama dimulai pada awal tahun 2016. Pembangunan pasar manis tahap II di pasar lama seluas 2000 m2 lebih dan dimulai dengan melakukan pembongkaran pada awal tahun 2016 dan akhir tahun 2016 selesai dibangun, sehingga diharapkan pada tahun 2017 dapat dilakukan penataan terhadap para pedagang.
Menyinggung rencana pemugaran/pembangunan pasar di Kecamatan Banyumas terbentur pada GSB (Garis sempanan bangunan). “Sehingga kalau dibangun juga akan terasa menjadi semakin sempit,” katanya.
Dijelaskan, pasar Banyumas yang memiliki lahan 2000 m2 lebih dengan kapasitas pedagang yang benar-benar full padat bila tetap dibangun di lokasi tersebut dipastikan tidak dapat menampung para pedagang yang biasa berjualan di sana.
“Sehingga kami usul kalau mau mengembangkan pasar itu mestinya cari lahan atau lokasi yang baru yang lebih luas sehingga akan lebih relevan dengan rencana pembangunan wilayah di kecamatan Banyumas yang wacananya akan dijadikan kota kabupaten,” katanya, seraya menambahkan akan lebih strategis bila lokasi pasar pindah di pinggir kota dan ext pasar Banyumas sekarang bisa dibangun kantor untuk infrastruktur pemerintah.
Menurut Kabid Pasar Diperindag Toni Simamora, pada tahun 2016 justru pasar yang sudah siap dibangun yaitu pasar Kemranjen di Buntu dan pasar Pon di Purwokerto Barat karena masing-masing sudah ada DEDnya. “Dengan program presiden Jokowi sebanyak 5000 pasar dibangun, nantinya setiap kabupaten akan mendapat alokasi DAK,” jelasnya, seraya menambahkan kalau nilainya tidak terlalu besar sekitar 3 sampai 5 milyar rupiah bisa melalui APBN atau DAK, kalau DAK turun APBD tidak dipakai. (Widoyo/Agles)













