Menurutnya, kehadiran BGN sebagai lembaga baru merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui program Makan Bergizi Gratis, pemerintah ingin memastikan kecukupan gizi masyarakat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga sejak masa kehamilan. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia mengapresiasi keberadaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Desa Rejeni yang telah berjalan sekitar tiga bulan. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan dan memberikan masukan.













