Oleh: Sugiyanto (SGY)-Emik (Pengamat Kebijakan Publik)
JAKARTA || Bedanews.com – Pada Senin (26/10/2026), beberapa teman wartawan menelepon Ane untuk menanyakan kabar sekaligus membahas tulisan Ane yang belakangan ini jarang muncul. Mereka meminta Ane kembali mengulas berbagai persoalan Jakarta, mulai dari Ancol, sampah di Bantargebang, hingga persoalan lainnya.
Sejujurnya, Ane terkadang merasa malas menulis tentang berbagai persoalan Jakarta. Rasanya seperti lelah sendiri. Ibarat peribahasa, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Berbagai kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat seolah-olah tidak selalu didengar atau ditindaklanjuti secara memadai oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Padahal, Ane mengetahui banyak persoalan Jakarta secara rinci dan mendalam berdasarkan berbagai sumber, termasuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dan dokumen lainnya. Namun, belakangan ini Ane memang cenderung enggan menulis berbagai persoalan tersebut. Untuk sementara, Ane memilih melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Jika ada persoalan mendesak yang menyangkut kepentingan masyarakat Jakarta, Ane tentu akan berusaha mengulasnya.













