Sebanyak 107 negara terdampak krisis global, sebagian di antaranya diperkirakan jatuh bangkrut. Sebanyak 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan.
Namun sebaliknya, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh positif di angka 5,44% pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp 364 triliun. Kemudian Inflasi juga berhasil dikendalikan pada kisaran 4,9%, dimana angka tersebut jauh di bawah rata rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7%.
“Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju,” tegas Presiden.










