Selain itu, Ngawi juga memiliki belasan ribu titik jaringan listrik yang menjangkau area persawahan. Menurutnya, jumlah tersebut yang terbesar di Indonesia dan mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.
“Begitu pula dengan aliran listrik yang masuk ke sawah, jumlahnya sekitar 17.000 titik dan menjadi yang terbesar juga di Indonesia,” sebutnya.
Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya penerapan pertanian ramah lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan hasil panen harus diimbangi dengan upaya menjaga kesuburan tanah, agar produktivitas pertanian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus-menerus dapat mengurangi keseimbangan unsur hara dan melemahkan daya dukung tanah. Oleh karena itu, Ngawi mewajibkan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah,” jelasnya. (Red).













