“Takwa kepada Tuhan dan Suci dalam pikiran, perkataan, perbuatan. Di era digital, ‘perkataan’ juga berarti komentar, unggahan, dan konten,” ujarnya.
Gap terbesar saat ini, kata dia, adalah jarak antara Dasa Darma yang dihafalkan dengan Dasa Darma yang diamalkan, terutama di media sosial.
Pramuka Harus Jadi Ekosistem, Bukan Ekstrakurikuler
Menjawab pertanyaan tentang nilai manajemen pendidikan dari Hari Pramuka, Prof. Rusdiana menilai Dasa Darma sesungguhnya adalah modal manajerial
.“Disiplin membangun konsistensi. Tanggung jawab melahirkan akuntabilitas. Gotong royong menguatkan kerja tim. Keberanian mendorong kepemimpinan. Cinta alam membangun tanggung jawab ekologis,” jelasnya.
Karena itu, sekolah harus menggeser Pramuka dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler menjadi ekosistem pendidikan karakter. Kepala sekolah jadi penggerak, guru jadi teladan, siswa jadi pelaku, keluarga dan masyarakat jadi mitra.













