KAB. BANDUNG || bedanews.com — Lebih jauh mengenal penggantian musim atau disebut Pancaroba, dikatakan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Sri Wahono, bahwa pancaroba adalah masa dimana terjadinya transisi atau pergantian antara dua musim, seperti musim kemarau menuju musim penghujan dan musim penghujan menuju musim kemarau.
Indonesia sendiri menurut Wahono yang merupakan Calon Legislatif dari HANURA, adalah negara yang memiliki iklim tropis. Ketika terjadi transisi dalam sebuah musim biasanya akan ditandai dengan kemunculan perubahan cuaca yang ekstrem. Dampak yang Muncul dan harus diwaspadai saat Pancaroba curah Hujan yang sangat lebat Hembusan angin yang begitu kencang Puting Beliung Hujan Es Angin Ribut.
“Terjadinya perubahan iklim akan menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban udara yang cukup signifikan sehingga akan memunculkan penyakit-penyakit. Seperti penyebaran virus dan bakteri akan lebih leluasa berkembang biak dan hidup lebih lama dalam lingkungan yang lembab. Terlebih jika kondisi badan tidak prima maka akan mudah terjangkit penyakit saat musim pancaroba,” kata Wahono yang didampingi Pakar Pertanian, Dede Ginanjar Peristiawan, di Katapang, Selasa 7 November 2023.
Selain itu, ia mengimbau, kemungkinan terjadi bencana tanah longsor , kebanjiran dan dampak dari angin puting beliung yang akan merusak bangunan dan banyak pohon tumbang. Dengan kondisi seperti ini bagi masyarakat yang tinggal di darah rawan bencana harus selalu waspada akan kemungkinan terjadinya bencana.
Maka masyarakat perlu menjaga lingkungan dan ekosistem serta adanya penanggulangan sejak dini dengan adanya simulasi penanganan bencana dan dibuat jalur evakuasi serta antisipasi kemungkinan terjadinya penyakit yang diakibatkan dari penyebaran virus dan bakteri dengan menjaga pola hidup sehat.
Sementara itu Dede Ginanjar turut menuturkan, ketika dipertanyakan, betulkan Musim Pancaroba bisa mempengaruhi pertanian sehingga gagal panen? Ia mengungkapkan, dengan anomali iklim yang ekterem bagi para petani konvensional kemungkinan besar akan sangat berdampak dan berpengaruh pada perkembangan serta pertumbuhan tanaman, sebab ada kemungkinan terjadinya serangan hama baik serangan hama hewan serangga serta bakteri dan virus.
“Belum lagi dampak dari hembusan angin yang kencang bisa merusak tanaman jadi kemungkinan besar itu bisa terjadi dan petani bisa gagal panen,” ujar Dede.
Jadi upaya apa yang harus dilakukan agar masyarakat bisa terhindar dari ancaman bencana tersebut, ditehaskan Dede, selain masyarakat tentunya pemerintah harus sigap dengan kemungkinan terjadinya dampak dari Pancaroba ini dengan berbagai macam upaya seperti melakukan simulasi penggulangan bencana, mempersiapkan lokasi atau jalur evakuasi ketika terjadi bencana, serta menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta penyuluhan dan pendampingan tentang pola hidup sehat dan menjaga lingkungan sehat.
“Yang lebih penting lagi bagi para Petani yang terdampak dari Pancaroba ini pemerintah harus hadir memberikan jaminan pada petani seperti asuransi ketika terjadi gagal panen agar keberlangsungan sektor pertanian tetap terjaga dan berkesinambungan,” pungkas Dede.***













