RagamRegional

Ormas LMP dan BPBN, Kritisi PUBG Mobile Championship Dispar Ciamis

CIAMIS, BEDAnews.com – PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) adalah sebuah permainan dengan genre battle royale, yang bisa dimainkan oleh 100 orang sekaligus secara daring. Pertandingan PUBG atau game online itu sendiri, sudah sering diadakan diberbagai daerah maupun international.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dr. H Wasdi Ijudin, Senin (8/6/2020), saat menerima perwakilan Ormas Laskar Merah Putih (LMP) dan Barisan Patriot Bela Negara (BPBN), yang mengkritisi kegiatan PUBG Mobile Championship yang akan digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, 12 – 14 Juni 2020 mendatang.

LMP dan BPBN menilai bahwa penyelenggaraan game online yang sedang booming dikalangan anak muda tersebut cenderung banyak dampak negatifnya, sehingga mereka mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, untuk memberikan kritikan dan masukan pra terselenggaranya helatan tersebut.

“Game online sering kali dikaitkan dengan isu kesehatan fisik maupun psikis, seperti dapat menyebabkan gangguan kecemasan, obesitas, gangguan tidur, merusak kesehatan mata, memicu perilaku negatif seperti kekerasan atau tindakan kriminal,” papar Ketua LMP Kabupaten Ciamis, Prima Pribadi.

Baca Juga  Hasil Swab Test, 4 ASN Disdik Kota Bandung Positif Covid-19

Prima menyampaikan, pada bulan Juni 2018 lalu WHO secara resmi telah menetapkan kecanduan game sebagai salah satu gangguan mental, didasarkan pada dokumen klarifikasi penyakit intenasional ke-11 yakni International Classified Desease (ICD). Gangguan ini dinamakan sebagai gaming disorder yakni perilaku bermain game dengan gigih dan berulang sehingga menyampingkan kepentingan hidup lainnya.

“Maka dari itu, sebelum helatan digelar saya minta kepada Kadis Pariwisata agar mempertimbangkan penyelenggaraan tersebut. Syukur-syukur bisa dibatalkan, karena dampaknya sudah sangat jelas,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Endang Baret dari BPBN yang menilai bahwa dari aspek social, PUBG Mobile Championship tentunya lebih banyak madharat dibanding maslahatnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dr. H Wasdi Ijudin

“Saat ini, penanggung jawab kegiatan PUBG Mobile Championship, Tomi, tidak dapat dikonfirmasi. Jadi kami berdiskusi langsung kepada pucuk pimpinan yaitu Kadis Pariwisata” ujar Endang Baret.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, H. Wasdi, menyampaikan bahwa PUBG berada dibawah naungan e-sport dan sudah mendunia. Kalaupun harus terselenggara, memang aspek legalnya sudah sah ditempuh oleh para penyelenggara, katanya.

Baca Juga  Pemprov Jabar Diminta Tingkatkan Fungsi dan Peran UPTD PPKS Dinsos

Namun Kadis Pariwisata Kabupaten Ciamis ini juga mengaku awam dengan game online, makanya saran dan kritikan akan ditampung dan dikoordinasikan dengan pihak penyelenggara yakni Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

“Saya akan berkoordinasi dan berdiskusi juga menyampaikan saran dari rekan-rekan ormas kepada pihak penyelenggara, sekali lagi terimakasih atas masukannya,” tandasnya. (abraham)

Back to top button
Close
Close