“Pakai _smart farming_ ini _alhamdulillah_ kemarin pas musim panas, lokasi lain ada yang panennya tidak maksimal bahkan gagal panen, tapi di Edufarm Malakasari ini malah panennya bisa berkali lipat,” kata Haryati, sebagaimana tertera dalam keterangan tertulis PLN UID Jakarta Raya, Minggu (17/12/2023).
Kenaikan ini dipengaruhi oleh nutrisi, kelembapan, dan pengairan yang baik serta lebih terlindung terhadap hama. Haryati menambahkan, KWT D’Shafa sebelumnya hanya mengolah urban farming dengan hidroponik sistem manual di lahan terbatas. Namun saat ini, 13 anggota KWT D’Shafa mampu mengolah lahan penampungan sampah dengan metode _smart farming_ memanfaatkan IoT dalam mengatur kelembapan, suhu, pemupukan dan pengaturan nutrisi.
“Program ini berhasil memberdayakan anggota kelompok KWT D’Shafa maupun masyarakat sekitar yang sebelumnya tidak bekerja, kini mendapat penghasilan tambahan,” ujar Haryati.













