“Kalau kita melihat, bom waktu sampah Kota Bandung sebetulnya sudah keliatan sekali. Pertama, TPS Sarimukti kondisinya seperti itu, rencana perluasan oleh provinsi terhambat oleh Covid-19, perizinan dari KLHK dan sebagainya,” lanjutnya.
“Kemudian Legok Nangka dengan sistem open teknologi dan lelang menurut diskusi kami, bisa jadi realistinya itu baru bisa beroperasi 2025. Karena open teknologi itu harus dua tahap dan setiap tahap bisa ada delay,” ucap David.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Hedjo Institute, Abdul Wahab menyampaikan dengan kolaborasi ini membuka ruang yang lebih luas lagi agar gerakan tidak dipandang hanya sebagai satu elemen yang sederhana.
“Ini salah satu upaya mengerangkakan, bagaimana isu sampah menjadi perhatian publik, tidak hanya tugas Pemerintah. Dan menyadarkan kembali bahwa gerakan ini sebetulnya kebutuhan bersama,” ucapnya.













