“Seperti Kang Pisman itu sangat luat biasa, tapi kita sangat kurang istikamah. Saya melihat banyak fasilitasnya seperti bata terawang, keranjang takakura hanya bisa berjalan beberapa saat. Mungkin karena monitoring dan evaluasi kurang maksimal,” katanya.
“Kami di Forum Sesa Nyaba ini merupakan gerakan moral untuk menjawab permasalahan itu. Kita punya beberapa struktur yang dibangun dan bisa sampai ke bawah sampai tingkat RT. Dari gerakan itu sebetulnya bagaimana kita belajar mengolah sampah sebijak mungkin,” ucapnya.
Koordinator Forum BJBS, David Sutasurya menyampaikan beberapa kajian terkait pengelolaan sampah di Kota Bandung yang telah didiskusikan sebelumnya. Hal itu sebagai kontribusi agar Kota Bandung bebas dari sampah.
“Kita dari awal diskusi dengan Mang Oded, sudah mengingatkan bahwa ada bom waktu sampah di Kota Bandung. Kita ingin menyelesaikannya dengan cara zero waste, merakyat. Tapi kita tahu bahwa ada kondisi-kondisi terkini dan bagaimana menghadapinya,” katanya.













