BANDUNG, BEDAnews – Dalam sebuah upaya yang inovatif untuk membangun kembali jembatan antargenerasi dan mempererat hubungan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya, mahasiswa Antropologi Budaya dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar acara bertajuk ‘Nyampeur’. Sebagai bagian dari penyelesaian tugas akhir untuk mata kuliah Pariwisata Budaya, acara ini menunjukkan bagaimana permainan tradisional dapat berfungsi sebagai platform sosialisasi dan pendidikan karakter.
Dr. Cahya Hedy, S. Sen., M. Hum, Dekan Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung, menjelaskan pentingnya mata kuliah seperti Pariwisata Budaya dalam kurikulum mereka. “Mahasiswa diajarkan untuk menciptakan event yang harmonis dengan lingkungan sekitar dan berkolaborasi dengan komunitas lokal, dengan tujuan menciptakan momen yang berdasarkan pada kearifan lokal,” ujarnya.













