Ia juga menyoroti bahwa permasalahan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Oleh karena itu, program MBG dinilai sebagai langkah konkret yang perlu didukung bersama.
“Kekurangan gizi atau stunting akan menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak. Hal ini tentu berdampak pada produktivitas dan daya saing mereka di masa depan. Komisi IX DPR RI sangat mendukung program ini sebagai solusi nyata,” tambahnya.
Selain aspek kesehatan, program MBG juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan, program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Program MBG diharapkan tidak hanya mampu mengatasi persoalan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dengan pengawasan yang baik, transparansi, serta keterlibatan masyarakat, program ini diyakini dapat memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.













