Momentum peringatan Hari Kartini 2022, dirinya memandang sosok Kartini sebagai role model pejuang emansipasi wanita, melalui buku yang ditulisnya berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Tanpa adanya ide dari pahlawan Kartini, bukan tidak mungkin perempuan saat ini menikmati emansipasi wanita.
“Artinya emansipasi yang dibuat ini yang akhirnya bisa membuat perempuan memiliki peluang karir di berbagai bidang. Contohnya, berkarir sebagai dosen (perempuan), itu emansipasi, berkarir sebagai TNI itu juga emansipasi,” tuturnya.
Mungkin kalau tanpa perjuangan ibu Kartini memajukan perempuan Indonesia, kata Nurhaeni, wanita itu hanya mengurus anak, suami. Identik dengan sumur dan dapur. Namun Nurhaeni menegaskan, kita tetap berkarir dan berkarya, tetapi kembali bahwa keluarga harus nomor satu.













