“Intervensi gizi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Jika ini terpenuhi dengan baik, maka kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” jelasnya.
Selain itu, Netty juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang melalui konsep “Isi Piringku”, yang menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam setiap konsumsi harian.
Ia menambahkan bahwa Program MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.
Lebih lanjut, Netty mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas sektor.













