Namun ada yang aneh menyergap pikiran Eko. Sesaat Eko menaiki kapal dan matanya mengerling ke sekitar, tak terlihat bayangan sedikit pun perahu nelayan yang tadi mengantar jemput.
Tak mau berpikir panjang Eko pun bergegas menuju teman-temannya. Teman-temannya ada yang sudah tergeletak tidur, yang lemah dan pucat karena menahan lapar. Begitu Eko membuka sedikit bungkusan nasi padang dan mendekatkannya ke hidung temannya yang setengah tidur, temannya itu pun langsung bangun.
Begitu gembira, seperti mendapat makan dari surga. Nasi padang terlezat yang untuk mendapatkannya melalui perjuangan berat dan berliku.
Bahagia sekali melihat temannya lahap makan nasi Padang. Eko pun teringat betapa besar jasa nelayan yang mengantarkanya ke daratan dan menunggunya di bibir pantai untuk mengantar Eko kembali ke kapal. Namun sang nelayan menghilang begitu Eko sampai di atas kapal. Tak ada titik bayangan perahu nelayan sepanjang mata memandang lautan.











