Dramatisnya, saat diburu-buru sampai ke kapal di tengah perjalanan ban motornya kempes. Tak ada waktu lagi cari tukang tambal ban, dengan terpaksa motor tetap dipaksa berjalan walau terseok-seok yang akhirnya Eko sampai dibibir pantai. Di sana sudah ditunggu perahu nelayan yang tadi mengantar Eko ke daratan. Kini akan mengantar Eko ke kapal.
Di atas perahu nelayan mulut Eko kembali tak bisa untuk bersuara. Keanehan pun terjadi. Sama pada saat berangkat, kini saat kembali menuju kspal pun mulut Eko terkunci. Nelayan itu dengan tenang dan hening mendayung perahunya tanpa suara.
Setelah memberi jasa kepada nelayan tersebut dengan sisa waktu yang mepet akhirnya Eko berhasil naik kapal. Dan ingin segera mempersembahkan nasi padang makanan “terlezat” untuk teman-temannya.













