Jumlah utang luar negeri Indonesia kini sudah nyaris menyentuh Rp 6.000 triliun per Oktober 2020. Tak heran jika belum lama ini Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai 10 besar negara berpendapatan rendah dan menengah yang memiliki utang luar negeri terbesar pada tahun lalu. (REPUBLIKA.CO.ID, 27/12/2020)
Dengan adanya defisit yang besar, pemerintah harus mencari alternatif pembiayaan APBN lainnya, termasuk melalui utang. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, utang yang dibuat di tengah masa krisis untuk selamatkan rakyat. “Makanya ada saja orang yang nyinyir ke saya itu utang-utang. Ya enggak apa-apa, wong itu utang untuk selamatkan jiwa seluruh Republik Indonesia”.
Namun, apakah utang merupakan satu-satunya solusi bagi perbaikan ekonomi? Tidak adakah solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah, mengingat Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya alam yang melimpah, dan banyak diantaranya belum dikelola secara maksimal?











