Jakarta – bedanews.com – Menjelang 11 bulan pendaftaran Pilpres 2024 dinamika arah Pilpres sangat dinamis.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar – Puan (LGP), Mochtar Mohamad melalui keterangannya, Jum’at ((14/10).
Mochtar menilai, langkah Nasdem yang telah mendeklarasikan Capres 2024 penuh dengan resiko.
Alasannya, kata dia, pertama seharusnya partai politik bicara tiket capres melalui koalisi dulu baru kemudian capres/cawapres seperti yang dilakukan PDI Perjuangan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Gerindra PKB.
Kedua, saat ini Nasdem mempunyai 59 kursi legislatif dan telah mencalonkan Anies Baswedan sebagai capresnya, sedangkan presidential threshold 115 kursi atau 20% kursi di DPR RI.
“Artinya butuh partai lain. Anggap saja mengarah ke Partai Demokrat yang punya 54 kursi dengan AHY sebagai capres atau cawapres. Ini pun kalau digabung baru 113 kursi sehingga belum cukup untuk mengusung capres karena kurang 2 kursi,” ujar Mochtar Mohamad.













