Oleh: A. Rusdiana
(Putra Daerah Cinyasag, Menetap di Bandung)
”Napak Tilas Cirikip–Buahdua bukan sekadar sejarah lama, tetapi jejak kehormatan Siliwangi yang wajib diwariskan lintas generasi.”
Di tengah arus globalisasi yang cenderung menyeragamkan budaya, kesadaran untuk merawat identitas lokal menjadi semakin penting. Jawa Barat memang telah memiliki arah pembangunan berbasis nilai melalui falsafah Gapura Panca Waluya, namun pada saat yang sama masih banyak serpihan sejarah lokal yang perlahan mulai terlupakan. Fenomena tersebut terasa setiap kali kalender memasuki tanggal 20 Mei. Bagi masyarakat Indonesia, tanggal itu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Akan tetapi, bagi sebagian masyarakat Cinyasag di kaki pegunungan Layang Ciamis Utara, tanggal tersebut menyimpan makna yang jauh lebih mendalam: hari ketika ruh perjuangan Siliwangi seakan kembali pulang ke tengah rakyatnya.













