Perjanjian tersebut ditandatangani pada 16 September 2026 dan diumumkan kepada publik sehari kemudian.
Nilai pasar saham yang menjadi objek transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp115,25 triliun berdasarkan perhitungan harga saham saat itu, meskipun nilai pasar tersebut tidak otomatis menjadi nilai transaksi final.
Bagi Muslim, rencana transaksi tersebut memperlihatkan skala ekspansi yang sedang ditempuh kelompok usaha H. Isam.
Di tengah ramainya pembicaraan mengenai kemungkinan H. Isam mengakuisisi BCA, manajemen perseroan telah memberikan klarifikasi.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa, informasi mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA yang beredar di media sosial tidak benar.













