Muslim menjelaskan, potensi tersebut tidak semata-mata dilihat dari besarnya kekayaan pribadi H. Isam, tetapi juga dari kemampuan kelompok usahanya mengembangkan bisnis, mengelola aset dan melakukan ekspansi dalam skala besar.
Menurutnya, pengusaha yang memiliki jaringan bisnis luas mempunyai sejumlah pilihan untuk merealisasikan transaksi besar, mulai dari penggunaan dana internal, pembentukan konsorsium, kerja sama dengan investor strategis, hingga pembiayaan melalui lembaga keuangan.
“Kalau kita melihat perjalanan bisnis H. Isam, ekspansinya sudah merambah berbagai sektor. Ini menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan usaha dalam skala besar. Akuisisi perusahaan besar tidak selalu harus dilakukan dengan uang pribadi secara keseluruhan, tetapi bisa melalui berbagai skema pembiayaan dan kerja sama bisnis yang sah,” ujar Muslim.













