Jakarta, BEDAnews.com
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin menjelaskan, MUI merupakan pelayan umat dengan jumlah pengurus paling gemuk dalam kurun waktu 2015-20020 yaitu untuk menjaga umat dari muamalah syariah, dan tugas-tugas berat yang diemban oleh MUI ke depan untuk menjaga umat dari aqidah yang tersesat, munculnya berbagai aliran yang melenceng. Juga, adanya isu-isu untuk memecah belah umat.
“Mengingat jumlah umat islam sangat besar, tetapi sangat kecil perannya. Untuk itu, kita perlu kerja keras dengan sungguh-sungguh, jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang lemah iman, aqidah dan jauh dari sang Kholik,’’tegas KH. Ma’ruf Amin dalam sambutan taaruf MUI (Rabu, 30/10).
Disisi lain, MUI juga melaksanakan pengkaderan ulama, baik kerjasama dengan lembaga, instansi terkait dalam upaya-upaya pencegahan dari kelompok-kelompok radikal, intelektul, baik agama atupun ilmu pengetahuan yang menyimpang. Dengan demikian, tambahnya, pengkaderan ulama tersebut, memiliki komitmen kebangsaan. “Untuk itu, kepengurusan MUI sekarang ini, dituntut untuk lebih kreatif, dan memiliki program-program yang jelas, selain kerja nyata,” tambah KH. Ma’ruf Amin.
Mantan Ketua Umum MUI Din Syamsuddin yang ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan yang beranggotakan ketua ormas –ormas Islam diundang pada acara Munas kesembilan MUI menjelaskan, jumlah umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Tetapi, memiliki peran yang minoritas. Meski demikian, pembentukan kepengurusan yang demikian besar itu diharapkan akan mampu memberi kontribusi umat. “Dengan mengedepankan amanah umat, akhlakul karimah,” tegas Din Syamsuddin.
Dengan melibatkan berbagai ormas Islam, guna meningkatkan kualitas amal iman, dan takwa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Dewan Pertimbangan merupkan tempat pemikiran yang bisa memberikan manfaat kepada umat –bangsa untuk kinerja yang lebih baik dan berdayaguna. Maka, perlu pengelolaan manajemen yang lebih baik, yang mampu mendorong serapan program – program MUI ke depan.
“Diharapkan, kedepan pengurus MUI skarang ini, mampu melaksanakan amanah umat MUNAS, selama ini MUI merupakan wadah musyawarah para ulama, zuamma, dan kumpulan dari umat Islam Indonesia dalam musyawarah budaya, seni dan kajian – kajian Islam. MUI harus menjadi besar dan kuat dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai yang luhur. Dalam menghadapi tantangan umat Islam sampai akhir jaman,” ungkapnya. (War)













