“Dialog antar peradaban harus terus diperkuat sebagai sarana membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan global yang mengancam perdamaian dunia,” katanya.
Forum internasional itu sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional serta menjadi forum strategis yang mempertemukan tokoh nasional, pemimpin agama, akademisi, diplomat dan perwakilan negara sahabat untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun dunia yang damai, adil dan berkeadaban.
Dialog ini mengangkat pentingnya komunikasi dan kerjasama lintas bangsa, agama dan budaya sebagai instrumen utama dalam mencegah konflik, serta menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Melalui forum ini para peserta bertukar gagasan dan pengalaman mengenai berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat internasional saat ini.













