“Tak hanya meningkatkan gizi, MBG juga mendorong peningkatkan ekonomi lokal melalui pelibatan petani, nelayan, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja, dengan keberhasilan yang bergantung pada pengawalan gizi, ketepatan sasaran, transparansi, serta partisipasi aktif masyarakat” papar Muh Haris.
“Secara akademis, terdapat korelasi linear antara status kecukupan gizi pada usia sekolah dengan tingkat inteligensi (IQ) dan produktivitas tenaga kerja di masa depan,” tambahnya.
Program MBG akan menyasar kepada empat kelompok penerima manfaat yang mencakup anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh pelosok nusantara. Intervensi ini merupakan langkah sistemik untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi (intergenerational cycle of poverty) yang sering kali dipicu oleh masalah malnutrisi kronis.













