Contoh nyata adalah keberadaan Danantara serta perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat. Lalu, apakah ini makna 80 tahun merdeka namun tidak berdaulat?
Banyak kalangan pemegang kuasa politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, pendidikan, hingga kesehatan lebih suka mengambil jalan penyesuaian dan penyelesaian struktural-fungsional. Sebab, jalan itu populis dan mudah difabrikasi.
Padahal, masalah sebenarnya ada pada struktural fundamental (hulu) yang menuntut pondasi sikap jujur, tidak serakah (merasa cukup), bebas dari fantasi semu serta realistis. Pondasi berwujud dalam sikap tindak yang baik, benar, berani dan bertanggung jawab dalam menegakkan kedaulatan.
Karena itulah jangan heran bila kita kini merdeka tetapi tidak berdaulat, dan justru hidup dalam adab moral hazard: yang penting aku berkuasa dan kaya; jika engkau tak berdaya, itu urusanmu.













