Dalam sambutannya, Prof. Wahyudin Darmalaksa menyampaikan bahwa program ini sangat ditunggu oleh banyak pihak dan merupakan komitmen Fakultas Ushuludin untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.
“Program seperti ini sangat ditunggu oleh banyak pihak,” kata Prof. Wahyudin.
Bapak Fanni Sufiandi juga mengapresiasi program PPPA sebagai mitra strategis BPKH dalam pemanfaatan program kemaslahatan dari dana abadi umat.
Acara TOT dibagi dalam dua kelas pelatihan, yaitu kelas pelatihan Bahasa Isyarat untuk Trainer Mushaf Al Quran Isyarat dan kelas pelatihan Braile untuk Trainer Mushaf Braile Isyarat.
Dr. Deni Hudaeni, Lc., M.A., Ketua Tim Penyusun Mushaf Isyarat LPMQ Kemenag RI, memaparkan bahwa kehadiran mushaf bahasa isyarat dan braile ini menjadi bukti kehadiran negara dalam wujud kepeduliannya pada kesetaraan pendidikan khususnya keagamaan. “Bahkan ini akan menjadi rujukan internasional terkait literasi bagi kelompok disabilitas,” paparnya.*** har












