Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.”(HR. Muslim).
Hikmah ayat dan hadis ini: Ketenteraman hidup tidak diukur dari banyaknya harta, tetapi dari kemampuan menahan pandangan dari milik orang lain. Puasa mendidik kita menikmati kesederhanaan. Saat berbuka hanya dengan air dan kurma, kita merasakan nikmat luar biasa. Itulah pendidikan qana’ah yang melahirkan kebahagiaan batin.
Pelajaran Kedua: Qana’ah menumbuhkan empati sosial; Ketika seseorang merasa cukup, ia akan mudah berbagi. Sebaliknya, orang yang selalu merasa kurang akan sulit bersedekah. Allah SWT berfirman:
“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr: 9)













