Kisah yang paling dikenang adalah perannya menemukan Makam Imam Bukhari.
Bung Karno dikisahkan mendapat undangan dari Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev. Nikita ingin sekali Bung Karno berkunjung ke Uni Soviet pada 1956.
Namun Bung Karno memberikan syarat kepada Khrushchev untuk mencarikan makam ahli hadis tenar, Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan.
Sosok Imam Bukhari dianggap Bung Karno memiliki arti penting bagi umat Islam di Indonesia dan dunia.
“Sejarah itu telah dibukukan, malahan lebih spesifik dibuat skrip narasi dalam pertunjukan teater dan sudah dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta yang dihadiri oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri beserta seluruh jajaran DPP dan kader PDI Perjuangan di DKI Jakarta,” urainya.
Secara terpisah, Ono memandang Pancasila merupakan way of life (jalan hidup) Bangsa Indonesia. Sehingga harus menjadi ideologi yang bergerak untuk menyelesaikan masalah Bangsa Indonesia.













